Diberdayakan oleh Blogger.

Popular Posts Today

Sekuel 'Tomb Rider' Berlanjut di Square Enix  

Written By Unknown on Sabtu, 03 Agustus 2013 | 10.44

Serial video game yang sudah diadopsi ke layar lebar, Tomb Raider dengan tokoh Lara Croft yang sexy kembali hadir dalam format Xbox360, PlayStation 3, dan PC. Lara Croft akan segera berpetualang bersama penggila video game pada 8 Maret tahun ini. telegraph.co.uk

TEMPO.CO , San Diego: Lara Croft melanjutkan petualangannya dalam game Tomb Rider. Produsen game Square Enix telah menyatakan sudah mulai memproses kelanjutan game tersebut, dan semuanya berjalan baik. Dia memastikan game ini akan mendulang sukses seperti sebelumnya.

"Saya juga marasa gembira mengatakan bahwa prosesnya berjalan dengan baik. Generasi terbaru 'Tomb Rider' ini akan seperti yang sedang ramai dibicarakan," kata CEO Square Enix, Phil Rogers.

Pernyataan tersebut semakin membuat penggemar game Tomb Rider tak sabar menunggu untuk menjajal game ini. Sejauh ini memang belum ada pejelasan mengenai bagaimana alur ceritanya. Tahun 2013 ini, Croft dibangun dengan karakter ragu-ragu. Ia dibekali kemampuan bertahan atau survivor yang baik. Croft diceritakan tengah terdampar di sebuah pulau dengan misi mencari 'Sun Queen'.

Proses pembuatan kelanjutan Tomb Rider ini merupakan kabar gembira bagi para penggemar game. Saat ini, Square Enix juga tengah mengerjakan Final Fantasy XV dan Kingdom Hearts yang juga pernah sukses. Game Tomb Rider sendiri pernah dijadikan sebuah film yang dibintangi Angelina Jolie.

HEROCOMPLEX  | RINDU P HESTYA


10.44 | 0 komentar | Read More

Misteri Evolusi Galaksi Terpecahkan

TEMPO.CO , Jakarta: Observasi terbaru dari teleskop NASA, Hubble, membantu para astronom memecahkan serpihan-serpihan informasi mengenai evolusi galaksi. Selama bertahun-tahun, ilmuwan bertanya-tanya bagaimana cara galaksi yang sudah padam membentuk bintang baru.

Para ilmuwan kemungkinan berpikir, galaksi yang telah padam, sebenarnya tetap tumbuh. Hal itu ditandai dengan munculnya bintang-bintang berukuran kecil.  Namun ternyata, studi menunjukkan, hipotesis tersebut melenceng.

"Kami telah menemukan sejumlah galaksi dengan ukuran lebih besar, tidak padam, melainkan bergabung dengan galaksi lain untuk tumbuh," ujar penulis di Swiss Federal Institute of Technology di Zurich, Simon Lilly.

Para peneliti mengobservasi lewat survei melalui Hubble, yang diberi nama Cosmic Evolution Survey (COSMOS). Teleskop gabungan dari Kanada, Perancis, Hawai serta Teleskop Subaru, yang digunakan untuk memetakan area langit seluas sembilan kali dari luas bulan. Mereka mengobservasi berdasarkan rekaman video yang dibidik Hubble ke galaksi padam.

Tim mempelajari serta melacak galaksi padam ini melalui informasi sejarah galaksi yang diperkirakan sudah ada selama 8 miliar tahun. Hasil menunjukkan, galaksi tidak terus tumbuh, melainkan tetap kecil dan terbentuk secara kompak.

Jadi, tampak bahwa galaksi 'tua' yang menghasilkan bintang, padam lebih dulu dibandingkan galaksi yang lebih 'muda'. "Ini masuk akal, galaksi yang memproduksi bintang terjadi di awal terbentuknya alam semesta," ujar Lilly. Dia mengatakan, selanjutnya bintang akan tumbuh dan berevolusi dengan ukuran yang relatif kecil.

Penulis lain dari lembaga yang sama, Marcella Carollo mengatakan hasil penelitiannya. Kemunculan galaksi yang telah padam adalah puzzle terbesar sepanjang evolusi galaksi," katanya.

Menurut dia, studi yang dilakukan oleh Swiss Federal Institute of Technology di Zurich, memberikan penjelasan yang simpel dan jelas dalam memecahkan puzzle tersebut. "Kami menawarkan penjelasan sederhana yang sangat memuaskan," ujar Carollo.

Teleskop Hubble merupakan kolaborasi antara NASA dan European Space Agency, yang telah melakukan lebih dari 1 juta observasi sejak diluncurkan pada 1990. Awal tahun ini NASA mengumumkan, proyek melalui teleskop tersebut akan diperpanjang hingga 2016.

NBC NEWS | SATWIKA MOVEMENTI


10.44 | 0 komentar | Read More

Motorola Akhirnya Luncurkan Moto X  

Written By Unknown on Jumat, 02 Agustus 2013 | 10.44

TEMPO.CO, New York - Motorola akhirnya merilis telepon seluler cerdas andalannya. Ponsel ini dirancang secara penuh setelah perusahaan diakuisisi Google pada pertengahan tahun lalu.

Itu sebabnya ponsel ini berbeda dengan seri Droid, yang diluncurkan Motorola pada tahun lalu. Ponsel ini sangat sarat dengan berbagai sensor, yang bisa diaktifkan dengan perintah suara, misalnya untuk mengaktifkan panggilan.

Dengan cara ini, tombol-tombol fisik yang biasanya bertebaran di permukaan ponsel sengaja dieliminir. Karena ponsel ini sarat dengan sensor, maka Motorola mengembangkan cip tambahan untuk mengelola semua sensor ini. "Sensor ini merupakan rancangan perusahaan sendiri," demikian tertulis pada situs Techreview.

Langkah ini sengaja ditempuh agar prosesor utama tidak bekerja terus-menerus melayani panggilan dari sensor yang tertanam di ponsel ini. Karena itu akan menghabiskan banyak energi baterai.

Cip ini, menurut Techreview, merupakan hasil desain dari Motorola sendiri. Manajemen juga tidak bersedia memberitahukan dimana cip ini dibuat. "Cip ini hanya mengkonsumsi sedikit energi listrik," tulis Techreview.

JARINGAN
-2G
GSM 850 / 900 / 1800 / 1900
CDMA 800 / 1900

-3G
HSDPA
CDMA2000 1xEV-DO

-4G
LTE

-SIM
Nano-SIM

BODY
-Dimensi
129.3 x 65.3 x 10.4 mm

LAYAR
-Tipe
AMOLED capacitive touchscreen, 16M colors
-Ukuran
720 x 1280 pixels, 4.7 inci
-Kepadatan
312 ppi

SOUND
-Tipe
Vibration, MP3, WAV ringtones
-Loudspeaker
Ya
-3.5mm jack
Ya

MEMORI
-Internal
16/32 GB,
-RAM
2 GB
-Card slot
Tidak

DATA
-HSDPA
42.2 Mbps; HSUPA, 5.76 Mbps; LTE, Cat3, 50 Mbps UL, 100 Mbps DL
-EV-DO Rev. A, up to 3.1 Mbps

-WLAN
Wi-Fi 802.11 a/b/g/n/ac, dual-band, DLNA, Wi-Fi hotspot
-Bluetooth
v4.0 with A2DP, LE, EDR
-NFC
Ya
-USB
Ya (microUSB v2.0)

KAMERA
-Belakang 10 MP, autofocus, LED flash
-Depan Yes, 2 MP,1080p
-Fitur 1.4 �m pixel size, geo-tagging, touch focus, face detection, panorama, HDR
-Video Ya, 1080p@30fps

OS
Android OS, v4.2.2 (Jelly Bean)

-Chipset Qualcomm MSM8960Pro Snapdragon
-CPU dual-core 1.7 GHz Krait
-GPU Adreno 320
-Sensors accelerometer, gyro, proximity, compass, barometer, temperature
-GPS Ya, dengan A-GPS support dan GLONASS
-Warna hitam dan putih

BATERAI
Li-Ion 2200 mAh

NUR ROCHMI | GSMArena | MOTOROLA


10.44 | 0 komentar | Read More

Apa saja Fitur Terbaru Google dalam Moto X

TEMPO.CO, Jakarta - New York - Motorola akhirnya merilis perangkat andalannya, ponsel pintar Moto X, pada Kamis 1 Agustus waktu setempat. Sebagai bagian dari raksasa internet Google, tentu Google tak melepas Motorola merancang Moto X dengan fitur-fitur biasa.

Beberapa bagian dalam ponsel ini dilengkapi dengan teknologi besutan Google. Kamera belakangnya, yang berkapasitas 10 Megapiksel dilengkapi sensor ClearPixel. Klaimnya, teknologi ini bisa menjerat gambar dalam kondisi minim cahaya. Cahaya yang diserap konon 75 persen lebih besar dari pada sensor kamera RGB biasa.

Motorola menyematkan teknologi Miracast alias wireless HDMI. Layarnya juga dilengkapi Corning Gorilla Glass. Di layar bagian dalam terdapat lapisan water-repellent , sehingga ponsel ini aman digunakan di bawah rintik hujan. Perangkat ini juga akan bisa kustomisasi. Salah satu yang bisa dikustom adalah bagian belakang (back cover).

Tersedia back cover warna warni hingga yang bermotif kayu. Total ada 18 jenis back cover. Motorola juga menyediakan aplikasi preinstalled buat memindahkan data dari ponsel sebelumnya. Aplikasi bernama Migrate ini bisa memindahkan foto, video, kontak dalam kartu SIM, bahkan semua kontak history hingga SMS. Asalkan, ponsel anda sebelumnya minimal Android 2.2. Untuk penyimpanan awan, Google menyediakan ruang 50 Gb gratis di Google Drive selama dua tahun.

Google, sebagai induk Motorola, tentu tak membuat produk biasa. Moto X jadi perangkat hands-free. Pengguna bisa langsung memerintahkan Moto X dengan suara. Ini seperti fitur dalam kaca mata Google Glass. Bedanya, perintah suara diberikan dengan sandi 'OK Google Now'.

Nantinya, gadget ini akan tersedia untuk 5 operator di AS mulai September. Jika dengan kontrak dua tahun, harganya US$ 199 atau sekitar Rp 1,9 juta dengan kapasitas penyimpanan 16 gigabita dan US$ 249 atau sekitar Rp 2,4 juta untuk kapasitas 32 gigabita. Jika tanpa kontrak, harganya cukup tinggi yaitu US$ 699 atau sekitar Rp 6,7 juta.

Nur Rochmi | Mashable | GSMArena


Topik terhangat:

Ahok vs Lulung
| Anggita Sari | Bisnis Yusuf Mansur | Kursi Panas Kapolri

Berita lainnya:
Ahok Hadapi Preman, Prabowo Pasang Badan
Ahmadiyah: Moeldoko Terlibat Operasi Sajadah 2011
Penerobos Portal Busway Bukan Anak Jenderal
Nazaruddin Janji Ungkap Kasus yang Lebih Besar


10.44 | 0 komentar | Read More

Pinterest Bakal Lebih Detil

Written By Unknown on Kamis, 01 Agustus 2013 | 10.44

TEMPO.CO, Jakarta - Manajemen Pinterest, aplikasi berbagi foto rekomendasi, bakal meningkatkan kemampuan situsnya dengan memperkaya rekomendasi yang tersedia pada setiap pin gambar.

Ini bakal membuat setiap pin gambar memuat informasi bersifat nyata dan terkait dengan kebutuhan pengguna di lapangan. Misalnya, pin mengenai resep akan dilengkapi harga dari tiap bahan bumbu.

"Ini menjadi tujuan kami sejak awal," kata Ben Silbermann, chief executive officer Pinterest. Tugas ini diemban Jon Jenkins, yang menjadi kepala pengembang aplikasi.

Meski begitu, Jon menjelaskan, Pinterest tidak akan menampilkan semua informasi pada layanan mobilenya. Untuk informasi lebih lengkap dari sebuah gambar, pengguna harus mengunjungi situs asli, yang alamatnya tercantum pada Pinterest.

Pengembangan ini akan diteruskan pada kategori-kategori lainnya seperti musik, presonal favorit, atau hobi. Untuk hobi berski, misalnya, bakal ada tambahan informasi soal ketinggian tebing atau ke dalaman lembah pada foto yang ditampilkan.

CNET | BUDI RIZA

Topik terhangat:
Ahok vs Lulung | Anggita Sari | Bisnis Yusuf Mansur | Kursi Panas Kapolri

Berita lainnya:
Ahok Hadapi Preman, Prabowo Pasang Badan 
Ahmadiyah: Moeldoko Terlibat Operasi Sajadah 2011
Penerobos Portal Busway Bukan Anak Jenderal 
Nazaruddin Janji Ungkap Kasus yang Lebih Besar


10.44 | 0 komentar | Read More

Apple Bakal Gunakan Komponen Samsung?

TEMPO.CO, Jakarta - Apple diduga bakal menggunakan sebagian komponen buatan Samsung untuk prosesor A7. Informasi ini diperoleh situs 9to5Mac dari seorang pengembang aplikasi, yang melihat kode ini pada sistem operasi iOS7.

"Kemungkinan besar, komponen itu berfungsi untuk mengurusi tenaga dari layar," demikian ditulis CNET mengutip situs 9to5Mac.

Jika ini benar, maka ini bukan pertama kalinya Apple memakai komponen Samsung. Cip A6 dn A6X juga menggunakan teknologi besutan perusahaan asal Korea Selatan itu.

Cip A7 ini bakal digunakan untuk Iphone 5S, yang bakal diluncurkan menjelang akhir tahun ini. Sebelumnya bereda kabar jika Apple menjauhi Samsung setelah perusahaan menang atas Samsung dalam kasus gugatan pelanggaran hak paten.

Akibatnya, Samsung diwajibkan membayar denda besar sekitar Rp 10 triliun. Saat ini, kasus kedua perusahaan masih berada di pengadilan di California.Saat ini perusahaan asal Taiwan sedang menjajaki kerja sama dengan Apple agar tidak sepenuhnya tergantung pada Samsung.

CNET | BUDI RIZA

Topik terhangat:
Ahok vs Lulung | Anggita Sari | Bisnis Yusuf Mansur | Kursi Panas Kapolri

Berita lainnya:
Ahok Hadapi Preman, Prabowo Pasang Badan 
Ahmadiyah: Moeldoko Terlibat Operasi Sajadah 2011
Penerobos Portal Busway Bukan Anak Jenderal 
Nazaruddin Janji Ungkap Kasus yang Lebih Besar


10.44 | 0 komentar | Read More

Microsoft Raup Rp 8,2 Triliun dari Tablet Surface

Written By Unknown on Rabu, 31 Juli 2013 | 10.44

Tablet Microsoft Surface dipamerkan saat diluncurkan di Los Angeles, California, Amerika Serikat, Senin (18/6). REUTERS/David McNew

TEMPO.CO, Jakarta - Microsoft hanya meraup pendapatan sekitar US$ 853 juta (sekitar Rp 8,2 triliun) dari penjualan tablet Surface. Jumlah ini justru lebih kecil dari penghapusan nilai aset Surface, yang tidak laku, yaitu US$ 900 (sekitar Rp 8,6 triliun).

Angka ini terungkap dalam laporan keuangan tahunan yang diserahkan Microsoft kepada Badan Pengawas Pasar Modal Amerika Serikat (SEC). "Meski begitu, jumlah unit tablet Surface yang terjual tidak diungkapkan," seperti diberitakan situs CNET pada Selasa 30 Juli 2013.

Dari laporan itu juga tidak diketahui berapa jumlah tablet Surface Pro dan RT yang dipasarkan. Namun, menurut laporan Bloomberg pada Maret lalu, Microsoft hanya menjual sekitar 1,5 juta tablet Surface untuk kedua versi. Sebagai pembanding, Apple berhasil menjual tablet iPad sebanyak 14,6 juta unit pada kwartal kedua lalu saja.

Sejak awal, penjualan tablet Surface memang tidak pernah mencapai maksimal. Surface RT yang dijual pada Oktober dan Surface Pro pada Februari lalu mendapat sambutan dingin dari pasar. Bahkan pada saat pesta diskon menjelang akhir tahun lalu di Amerika Serikat, hanya sedikit orang yang mau membeli tablet ini.

Pada awal bulan ini, Microsoft telah menurunkan harga penjualan sebanyak 30 persen karena lambannya penjulan. Dan tampaknya, diskon ini bisa menarik minat calon konsumen karena toko supermarket Walmart sempat menginformasikan jika stok tablet Surface yang mereka jual telah habis. CNET | BUDI RIZA


10.44 | 0 komentar | Read More
techieblogger.com Techie Blogger Techie Blogger