Diberdayakan oleh Blogger.

Popular Posts Today

Mengapa Angka Kematian Akibat Petir Menurun?

Written By Unknown on Kamis, 11 Oktober 2012 | 10.44

Kamis, 11 Oktober 2012 | 07:19 WIB

TEMPO.CO , Florida - Pada tahun 1940-an, kematian akibat petir terjadi antara 200-300 orang per tahun. Tiga dawasarsa terakhir turun menjadi 54 jiwa dan 10 tahun belakangan menjadi 32 orang. Apakah jumlah petir berkurang?

Ketika hendak berlatih sepak bola, petir menyambar Jesse Watlington, warga Fort Myers, Florida. Remaja berusia 11 tahun itu langsung tewas, Ahad 7 Oktober 2012.

Sepanjang tahun ini, Watlington menjadi orang kelima di Florida, Amerika Serikat yang meninggal tersambar geledek. Negara bagian Florida memang jadi langganan sambaran petir.

Untuk tingkat nasional, sudah 28 orang yang tewas sejak awal tahun 2012. Jumlah ini relatif stabil selama beberapa dekade. Namun merujuk data National Oceanic and Atmospheric Administration (NOAA), jumlah orang yang tewas makin menurun.

Sejak 30 tahun terakhir, rata-rata warga Amerika yang kesambar petir dan tewas sebanyak 54 orang tiap tahun. Sejak 10 tahun ini, angkanya turun menjadi 32 jiwa. Bandingkan angka kematian pada 1940-an yang mencapai 300 hingga 400 orang tiap tahunnya.

Mengapa kematian akibat petir makin menurun? Bukankah seharusnya naik seiring dengan meningkatnya jumlah penduduk? Apakah petir belakangan ini kian jarang terjadi ? "Tidak," kata Douglas Jordan, Direktur Operasi Pusat Internasional untuk Penelitian dan Pengujian Petir.

Lembaga ini merupakan proyek gabungan dari University of Florida dan Florida Camp Blanding Army National Guard Base. Jordan menduga kondisi itu terkait dengan makin meningkatnya pemahaman warga akan bahaya petir dan cara menghindarinya.

Joseph Dwyer, fisikawan di Institut Teknologi Florida yang meneliti petir, mendukung pendapat Jordan. Menurut dia, petugas pemerintah intensif mengajarkan warga soal CPR (cardiopulmonary resuscitation) atau tindakan pertolongan pertama pada orang yang mengalami henti napas karena sebab-sebab tertentu.

NOAA menyebut bahwa sambaran geledak itu seperti serangan jantung yang mematikan. Badan Kelautan Amerika ini wanti-wanti kepada warga untuk menghindarinya. "Ketika petir menyalak, pergilah ke dalam ruangan," pesan NOAA dalam kampanye keselamatan publik.

LIVESCIENCE | UWD

Berita terpopuler lainnya:
Peraih Nobel Siswa Terbodoh Waktu SMA
10 Alasan Mengapa Desktop PC Belum Punah
Apple Diminta Lindungi Militer Taiwan
Bikin Blog Antikorupsi Bisa Dapat Gadget Android
Steve Jobs Pernah Lobi Direktur Keuangan Twitter
Katak Korban Kloning Pertama John B. Gurdon 
Apple, Microsoft, dan Amazon Saingan Produk Tablet
Infeksi Malware Pada Windows 7 Melonjak


10.44 | 0 komentar | Read More

Sony Xperia Ion, Serius tapi Sarat Hiburan

Kamis, 11 Oktober 2012 | 08:50 WIB

TEMPO.CO, Jakarta - Pada awal tahun, dalam Consumer Electronics Show (CES) 2012, Sony sempat memamerkan telepon seluler pintar Android yang disebut-sebut bakal menjadi ikon mereka. Banyak orang yang antusias menunggu kehadiran ponsel bernama Sony Xperia Ion ini.

Ekspektasi tinggi memang bukan berlebihan. Tengok saja spesifikasi dasarnya adalah layar 4,6 inci high definition, koneksi jaringan 4G LTE, prosesor dual-core berkecepatan 1,5 gigahertz, total random access memory (RAM) 1 gigabita, dan kamera dengan jumlah piksel di atas rata-rata, yaitu 12 megapiksel.

Namun, setelah ditunggu-tunggu, ponsel ini tak muncul-muncul di pasar. Malah para pesaing di kelasnya mulai menyemarakkan pasar ponsel pintar, sebut saja HTC One X dan Samsung Galaxy S III. Untungnya, Sony akhirnya meluncurkan juga ponsel berbadan bongsor ini.

Dalam sepekan ini, Tempo sempat mencoba dan menguji baik kelebihan maupun kekurangan ponsel seharga Rp 5,5 juta ini. Berbeda dengan versi awal yang masih memakai sistem operasi Android Gingerbread, Xperia Ion yang mampir ke kantor Tempo kali ini sudah mengadopsi Android Ice Cream Sandwich.

TAMPILAN
Keluarga Xperia dari Sony rata-rata memiliki tampilan stylish. Pada awal tahun ini, Sony memperkenalkan lini Xperia dengan ciri khas bodi melengkung dan dihiasi garis tipis transparan di bagian bawah. Meski garis itu membuat ponsel terlihat indah, tak ada pengaruh apa pun terhadap performa.

Sony membuang aksesori itu dari Xperia Ion yang membuatnya terlihat menyatu dari atas hingga bagian bawah. Sedangkan tombol Menu, Home, Back, dan Search tak berubah. Semua difungsikan dengan menyentuhnya, bukan tombol fisik. Adapun bodi bagian belakang dilapisi dengan plastik-metal berwarna hitam.

LAYAR
Sony Ion dilengkapi dengan layar 4,6 inci HD Reality Display. Artinya, ponsel ini mampu menampilkan gambar hingga kualitas 720p (1.280 x 720 piksel). Layar jenis LED yang diusung memiliki kerapatan piksel 342 dpi. Ditambah dengan teknologi Mobile Bravia Engine, kecerahan layar semakin kinclong.

Secara umum, layar Xperia Ion mampu menampilkan gambar ataupun video dengan cukup tajam. Sudut pandang layarnya masuk dalam kategori luar biasa. Baik dilihat dari samping maupun depan sama-sama jernih. Hanya, meski Sony mengklaim kaca yang digunakan sudah tahan goresan, lebih baik tetap memakai pelindung antigores.

KAMERA
Kamera menjadi salah satu keunggulan Xperia Ion. Sebaliknya, kebanyakan ponsel Android mengabaikan fungsi ini. Xperia Ion diperkuat dengan kamera 12 megapiksel. Kemampuan ini berada di atas rata-rata ponsel pintar. Hasil gambar yang dijepret Tempo terlihat bening dan sangat cerah.

Ketika kamera dipakai di luar ruangan, hasilnya mengagumkan. Tapi, ketika digunakan di dalam ruangan, hasilnya kurang memuaskan, terlihat sejumlah noise di hasil foto. Gambar semakin kurang sedap dipandang ketika kondisi cahaya minim. Pada kondisi itu, lebih baik menggunakan flash meski tak banyak membantu.

Salah satu kelebihan kamera ini adalah kemampuannya mengambil gambar sweep panorama dan 3D sweep panorama. Hasilnya cukup rapi tanpa ada kesan patah-patah. Selain itu, kamera ini mampu merekam video secara full HD.

PERFORMA
Sony Xperia Ion merupakan ponsel pintar berbasis Android yang mampu melakukan tugas serius dengan mumpuni. Dengan mengusung platform Android Ice Cream Sandwich dan prosesor berkecepatan 1,5 GHz dual-core dengan total RAM 1 GB, tak ada jeda ketika memainkan game atau memutar video. Bila dibandingkan dengan Xperia S, ponsel ini terasa lebih kencang.

Secara keseluruhan, Sony Xperia Ion dengan luas layar 4,6 inci terasa bongsor di tangan. Untuk sebagian orang, ukuran ini mungkin terasa kurang nyaman, tapi bagi yang memiliki tangan cukup lebar ponsel ini masih enak untuk digenggam. Layar yang tajam dan fitur kamera yang cukup komplet membuat ponsel ini juga cocok digunakan sebagai ponsel hiburan, selain untuk tugas serius.

SPESIFIKASI
Jaringan: 3G HSDPA 850/1900/2100, 4G LTE 700 MHz Class 17/1700/2100
Sistem operasi: Android 4.0 Ice Cream Sandwich
Layar: 4,6 inci TFT 1.280 x 720 HD Reality Display dengan Mobile Bravia
Prosesor: 1,5 GHz dual-core
Memori internal: 16 GB dapat ditambah menjadi 32 GB berkat slot microSD
Total RAM: 1 GB
Koneksi nirkabel: Wi-Fi, LTE, Bluetooth
Kamera: 12 MP dengan sensor Exmor R, 1080p HD video
Dimensi: 13 x 68 x 10,6 milimeter
Berat: 144 gram
Harga: Rp 5,5 juta

FIRMAN ATMAKUSUMA


10.44 | 0 komentar | Read More

Dua Ilmuwan Kloning Peraih Nobel Kedokteran 2012

Written By Unknown on Rabu, 10 Oktober 2012 | 10.44

Rabu, 10 Oktober 2012 | 10:12 WIB

TEMPO.CO, Jakarta - Dua ilmuwan kloning dari dua benua, yakni Asia dan Eropa, memperoleh penghargaan Nobel Kedokteran 2012. Mereka adalah profesor di Universitas Cambridge, Inggris, John B. Gurdon, dan profesor di Universitas Kyoto, Jepang, Shinya Yamanaka.

Kedua ahli ini dinilai berhasil membuat terobosan baru dalam bidang penelitian sel punca. Mereka menemukan bahwa sel dewasa dapat diubah kembali menjadi sel punca seperti yang ditemukan pada janin.

"Penemuan Gurdon dan Yamanaka menunjukkan sel-sel yang sudah terspesialisasi bisa dikembalikan ke perkembangan awal dalam kondisi tertentu," kata juru bicara Majelis Nobel di Institut Karolinska saat mengumumkan nama mereka di Stockhlom, Swedia.

Ia menambahkan, "Temuan ini merevolusi pemahaman tentang perkembangan sel dan organisme."

Gurdon-lah yang mengawali penelitian soal kloning ini puluhan tahun silam. Pada 1962, dalam sebuah percobaan klasik, profesor Gurdon Institute di Universitas Cambridge ini mengambil inti sel yang belum dewasa dari sel telur katak dan menggantinya dengan inti sel dewasa dari sel usus berudu. Klon yang dihasilkannya ternyata berkembang menjadi berudu normal.

Inovasi Gurdon kemudian disempurnakan oleh Yamanaka. Profesor asal Osaka, Jepang, ini memilih pendekatan berbeda. Alih-alih mentransfer materi genetik ke dalam sel telur seperti yang dilakukan Gurdon, Yamanaka menyisipkan empat gen ke sel dewasa dari kulit mencit. Cara ini dapat mengubah sel kulit mencit menjadi sel punca yang kelak berkembang menjadi organ atau jaringan tubuh baru.

"Ini berita fantastis untuk penelitian sel punca," kata Profesor Anthony Hollander, kepala kedokteran seluler dan molekuler di University of Bristol, Selasa, 9 Oktober 2012. 

Terobosan Gurdon dan Yamanaka dinilai sangat penting bagi dunia kedokteran. Dengan pemrograman ulang sel, kedua ilmuwan menciptakan peluang baru untuk mempelajari efek dari suatu penyakit di laboratorium, sekaligus mengembangkan metode diagnosis dan terapi baru dengan cara mengganti organ atau jaringan tubuh yang rusak.

Atas keberhasilan ini, Gurdon dan Yamanaka berhak atas uang sebesar US$ 1,2 juta.

NOBELPRIZE | TELEGRAPH | BBC NEWS | MAHARDIKA SATRIA HADI | MUNAWWAROH

Berita Terkait
Peraih Nobel Sains Kunjungi Indonesia
Dua Pakar Kuantum Optik Raih Hadiah Nobel Fisika  
10 Alasan Mengapa Desktop PC Belum Punah
Supaya Google Map Tampilkan Jalanan 360 Derajat
Bikin Blog Antikorupsi Bisa Dapat Gadget Android
Steve Jobs Pernah Lobi Direktur Keuangan Twitter
Apple Diminta Lindungi Militer Taiwan


10.44 | 0 komentar | Read More

Apple Diminta Lindungi Militer Taiwan

Rabu, 10 Oktober 2012 | 08:47 WIB

TEMPO.CO, Taipei - Taiwan akan meminta raksasa teknologi Amerika Serikat, Apple, untuk mengaburkan gambar satelit dari instalasi militer mereka yang sebelumnya bebas diakses fitur peta pada telepon pintar iPhone 5.

Kementerian Pertahanan Taiwan bereaksi setelah harian Liberty Times mencetak sebuah gambar satelit yang diunduh dengan iPhone 5. Gambar itu menunjukkan pangkalan radar jarak jauh rahasia di wilayah utara Hsinchu.

"Terkait gambar yang diambil oleh satelit komersial, secara hukum kami tak bisa melakukan apa-apa tentang hal itu," kata juru bicara kementerian, David Lo, kepada wartawan, Selasa, 9 Oktober 2012.

"Tapi kami akan meminta Apple untuk menurunkan resolusi gambar satelit dari beberapa instalasi militer rahasia sebagaimana permintaan kami ke Google di masa lalu," katanya mengacu pada program Google Earth.

Apple sendiri sampai saat ini belum menerima permintaan resmi pemerintah Taiwan ini. Bravo, perusahaan PR Taiwan yang menangani hubungan Apple dengan media, menolak untuk berspekulasi bagaimana Apple akan menanggapi permintaan itu.

Pangkalan Hsinchu merupakan markas radar jarak jauh Taiwan yang dibangun Amerika Serikat pada 2003 silam. Pembangunan radar ini diharapkan akan selesai pada akhir tahun ini.

Radar frekuensi ultra-high di pangkalan itu diharapkan mampu mendeteksi rudal yang diluncurkan dari Xinjiang di Cina barat laut, kata para pejabat militer.

Mereka mengatakan radar seharga US$ 1,23 miliar itu dirancang untuk memberikan peringatan dalam hitungan menit kepada Taiwan jika terjadi serangan rudal Cina.

Para ahli Taiwan memperkirakan Cina saat ini memiliki lebih dari 1.600 rudal balistik yang diarahkan ke Taiwan. Jumlah itu tampaknya terus meningkat meskipun hubungan Cina-Taiwan membaik sejak 2008. 

Sampai sekarang, Beijing masih menganggap Taiwan sebagai bagian dari wilayahnya. Padahal, Taiwan sudah memiliki pemerintah sendiri sejak 1949 silam.  

PHYS.ORG | ERWIN Z

Berita Terpopuler:
Kasus Novel Baswedan Ditengarai Janggal
2/3 Bintang Film Porno Jepang Jadi Pelacur 
Gaji Menteri Tak Cukupi Kebutuhan Siti Fadilah 
Seberapa Sering Idealnya Suami Istri Bercinta? 
Kata Siti Fadilah Soal Uang ke Cici Tegal 


10.44 | 0 komentar | Read More

Sony DSC-RX100, Kamera Saku Bersensor Besar  

Written By Unknown on Selasa, 09 Oktober 2012 | 10.44

Selasa, 09 Oktober 2012 | 06:47 WIB

TEMPO.CO , Jakarta: Di era digital, membuat foto semudah membalikkan telapak tangan. Banyak media yang bisa digunakan untuk merekam momen penting, misalnya telepon seluler dan komputer tablet.

Tapi, bagi para fotografer, gambar yang dihasilkan ponsel ataupun tablet masih jauh dari harapan. Selain itu, kedua perangkat digital tersebut memiliki fungsi terbatas karena memang bukan ditujukan sebagai alat fotografi.

Nah, Sony melihat pasar masih terbuka lebar untuk menggelontorkan kamera saku yang menghasilkan foto jauh lebih baik dibanding ponsel atau tablet. Bulan lalu perusahaan asal Jepang ini meluncurkan Sony Cyber-shot DSC-RX100.

Harganya memang tidak murah, sekitar Rp 6,9 juta. Tapi, penampilan kamera ini elegan dan sudah dilengkapi dengan fitur kelas atas. Di antaranya, kemampuan mengambil gambar di ruang minim cahaya, menghasilkan warna yang sangat hidup, dan merekam video dalam definisi tinggi dengan suara jernih.

Cyber-shot DSC-RX100 dibuat untuk mereka yang menginginkan kamera saku dengan kualitas tinggi, tapi tak memerlukan kamera yang bisa berganti lensa. Juga tak perlu GPS, geocoding atau 3D movie, dan tak terpengaruh harga.

Selama sepekan ini Tempo sempat mencoba kamera yang dibalut bahan terbuat dari metal berwarna serba hitam dengan resolusi sensor besar ini. Ukuran fisiknya mirip ponsel BlackBerry 8520.

Yang menjadi daya tarik kamera ini, menurut Tempo, adalah kemampuan mengambil gambar yang sama baiknya dalam kondisi gelap maupun di luar ruangan pada siang hari. Ini berkat sensor besar yang ditanamkan di dalamnya.

SENSOR

DSC-RX100 memiliki sensor 20,2 megapiksel yang mampu menghasilkan gambar setara dengan 5.472 x 3.642 pixel. Yang tak kalah menarik dari resolusi yang dihasilkan adalah sensornya itu sendiri.

Ukuran sensornya 13,2 x 8,8 milimeter. Ukuran ini hampir empat kali lebih besar ketimbang sensor kamera saku pada umumnya. Artinya, DSC-RX100 mampu menghasilkan gambar tajam dalam rentang cahaya lebih lebar.

Berkat sensor yang besar, DSC-RX100 mampu menghasilkan warna akurat tanpa mengorbankan detail, misalnya pada bayangan. Dalam kondisi minim cahaya, kamera ini mampu meningkatkan sensitivitas tanpa menambah noise.

Sensitivitas yang tersedia antara ISO 125 dan ISO 6.400, masih bisa ditingkatkan hingga ISO 80/100. Pilihan paling tinggi yang tersedia adalah ISO 25.600 dengan menggunakan multi-frame noise reduction. Hal tersebut memungkinkan dilakukan penyesuaian dari +/-3.0EV pada 1/3EV.

LENSA

Besarnya sensor yang ditanamkan tak mungkin akan menghasilkan gambar yang jernih dan akurat tanpa penggunaan lensa yang mumpuni. Untuk itu lensa DSC-RX100 dibuat mampu menghadirkan 3,6 kali zoom optikal atau setara dengan 28-100 milimeter pada kamera reguler 35 milimeter.

DSC-RX100 juga dilengkapi dengan control ring atau cincin serbaguna di sekitar lensa. Fungsinya tergantung pada keinginan, bisa untuk zoom secara manual, exposure, sensitivitas, white balance, efek gambar, serta kecepatan shutter atau aperture. Jika ditaruh pada mode standar, fungsinya berubah sesuai dengan mode shooting yang dipilih.

Pada mode Aperture, ring akan mengontrol aperture. Pada Shutter mode akan mengatur kecepatan shutter. Sedangkan pada Intelligent Auto, zoom yang diatur. Keberadaan ring ini merupakan ide luar biasa. Fungsinya sama dengan i-Function pada kamera Samsung NX210.

Salah satu kelemahan kamera ini, menurut Tempo, adalah virtual gearing yang sedikit lamban. Artinya, diperlukan sedikit usaha untuk mengubah aperture. Untuk mengganti aperture dari f/1.8 ke f/11, misalnya, dibutuhkan tiga putaran. Sedangkan untuk mengubah dari 30 detik ke 1/2,000 detik diperlukan 12 kali memutar ring tersebut.

KESIMPULAN

Sony Cyber-shot DSC-RX100 adalah kamera saku bagi kalangan profesional yang dilengkapi dengan resolusi tinggi. Sensor yang besar mampu mengurangi noise yang biasa timbul pada kondisi cahaya minim. Malah, noise hampir tak terlihat saat kamera digunakan pada ISO 800.

Performa yang dihadirkan kamera ini membuat harga melambung. Bahkan melebihi harga Sony Alpha A37 yang sudah cukup mumpuni. Meski begitu, Sony Cyber-shot DSC-RX100 bisa dibilang sebagai kamera saku terbaik yang ada saat ini.

KELEBIHAN

- Gambar tajam
- Tak masalah meski minim cahaya
- Sensor besar
- Control ring
serbaguna

KEKURANGAN

- Dalam mode movie ada noise
- Control ring
terasa lamban
- Harga tergolong mahal

SPESIFIKASI

Tipe produk: Kamera saku
Resolusi: 20,2 megapiksel
Resolusi video: 1080 p
Penstabil gambar: Ya
Zoom optikal: 3.6 x
Video frame rate:
50 fps
Luas layar: 3 inci
Berat: 240 gram
Dimensi: 101,6 x 58,1 x 35,9 milimeter
Warna: Hitam
Harga: Rp 6,9 juta

FIRMAN


10.44 | 0 komentar | Read More

Sejak Kapan Manusia Purba Makan Daging?  

Selasa, 09 Oktober 2012 | 09:08 WIB

TEMPO.CO, Colorado - Sebuah potongan tengkorak ditemukan di Tanzania. Potongan itu menunjukkan bahwa nenek moyang manusia telah memakan daging setidaknya 1,5 juta tahun lalu. Antropolog telah menggali dan menemukan 2 inci tengkorak manusia itu di Olduvai George, Tanzania Utara.

Charles Musiba, profesor antropologi di Universitas Colorado, Amerika Serikat yang membantu penemuan itu mengatakan memakan daging adalah pemenuhan protein yang berkontribusi terhadap pertumbuhan otak. "Apa yang kami temukan memperlihatkan bahwa 1,5 juta tahun yang lalu manusia tidak memakan daging secara oportunis. Mereka aktif berburu dan mengkonsumsi daging," katanya.

Tengkorak yang ditemukan adalah milik seorang anak berumur 2 tahun. Fragmen tulang menunjukkan tanda-tanda hyperostosis porotic, yaitu kekurangan gizi yang sering dikaitkan jika manusia tiba-tiba kekurangan protein ketika tidak diasupi daging.

Fragmen tengkorak itu menunjukkan dugaan bahwa anak tersebut telah meninggal pada saat ia mulai makan makanan padat, tetapi tak diasupi oleh daging.

Penelitian yang diterbitkan dalam jurnal PLos ONE menunjukkan bahwa nenek moyang kita ternyata makan daging secara teratur, jauh lebih awal dari yang diyakini sebelumnya. Musiba mengatakan manusia purba yang diyakini hanya memakan tumbuh-tumbuhan telah memakan daging sebagai asupan protein untuk tumbuh dan mendorong mereka untuk berevolusi.

Manusia adalah salah satu spesies yang masih hidup dengan ukuran otak yang besar untuk rasio ukuran tubuh. Sementara simpanse, kerabat dekat manusia, hanya memakan sedikit daging. Mereka hanya memiliki kapasitas otak yang jauh lebih sedikit daripada manusia.

DAILYMAIL | ISMI WAHID

Berita Terpopuler
Tablet Sony Ketahuan Cacat Setelah Diluncurkan
Huawei dan ZTE Dicap Kongres ''Bahayakan'' AS
Apple Dikabarkan Siapkan 10 Juta iPad Mini
Sony DSC-RX100, Kamera Saku Bersensor Besar
Dinilai Tak Konsisten, Peran Bos Twitter Dikurangi
Sumatera Barat Kembangkan Energi Panas Bumi
Apple Kenang Setahun Kematian Steve Jobs


10.44 | 0 komentar | Read More

Situs Cybercrime Cina Dibersihkan  

Written By Unknown on Senin, 08 Oktober 2012 | 10.44

Senin, 08 Oktober 2012 | 07:18 WIB

TEMPO.CO, London - Sebuah perusahaan web-hosting Cina yang menjadi favorit penjahat cyber telah setuju untuk dibersihkan. Hasil penyelidikan terhadap geng cybercrime, hosting perusahaan dengan web domain 3322.org disita oleh Microsoft.

Microsoft menemukan bukti bahwa 70 ribu domain web di bawah pengawasan 3322.org adalah berbahaya. Peng Yong, pemilik 3322.org kini berjanji membantu Microsoft memberantas penyalahgunaan ruang web tersebut.

Hosting 3322.org akan membantu Microsoft untuk melacak penipu di belakang Nitol botnet. Botnet adalah sebuah jaringan PC cybercriminal yang telah mengambil alih dengan menggunakan virus maupun loopholes dalam program populer. Spam, phising, dan serangan situs sering dijalankan melalui botnet ini.

Upaya pembersihan ini disebut Operasi b70. Hasil investigasi Microsoft menemukan bahwa beberapa PC sedang dijual dengan kode berbahaya yang sudah terinstal.

Pencipta Nitol telah menyewa ruang web 3322.org. Mereka menggunakannya sebagai sistem komando dan kontrol untuk menumbuhkan koleksi infeksinya terhadap PC.

Investigasi Microsoft juga menemukan penyalahgunaan domain 3322.org. Dengan hasil investigasi ini, maka tindakan tersebut akan diambil jalur hukum. Jalur hukum diperlukan untuk merebut domain yang kebanyakan ditemukan di server Amerika.

Sebagai bagian dari penyelesaian hukum untuk mendapatkan kembali kendali atas 3322.org, pendiri Peng Yong telah memberikan jaminan kerja sama dengan Microsoft dan pusat pengamanan komputer Cina untuk membatasi penyalahgunaan domain situs tersebut.

BBC | ISMI WAHID

Berita lain:
Kaki Palsu Pertama di Mesir Bentuknya Sandal 
Kaki Palsu Pertama di Mesir Bentuknya Sandal
Apple Kenang Setahun Kematian Steve Jobs
Facebook Lebih "Menggairahkan" Ketimbang Bercinta 
Lotion Anti-Nyamuk dari Tembelek


10.44 | 0 komentar | Read More
techieblogger.com Techie Blogger Techie Blogger