Diberdayakan oleh Blogger.

Popular Posts Today

Aplikasi Ini Dilarang Google

Written By Unknown on Senin, 29 April 2013 | 10.44

TEMPO.CO, Jakarta - Soal aplikasi, Apple dikenal ketat mengontrol di market aplikasinya, App Store. Apple tak segan mendepak aplikasi yang tak sesuai dengan kebijakannya. Namun ternyata Google melakukan hal yang sama di Google Play Store. Walaupun tak seketat Apple, Google juga telah mendepak aplikasi yang dinilai kontroversial.

Berikut adalah lima dari aplikasi yang lebih menarik yang telah didepak oleh Google:

1. PSX4droid
Ponsel pintar jaman sekarang memiliki kemampuan yang cukup untuk menjalankan game konsol 3D. Namun Google telah memutuskan bahwa Play Store bukanlah tempat untuk emulator konsol. Itu alasan aplikasi PSX4droid ini didepak.

2. Rush poker
Di mana ada kemauan, di situ ada jalan. Walau aplikasi buat judi ini dilarang, tak membuat pecandu judi stop berjudi. Keputusan Google untuk menghapus Rush Poker dari etalase Android pasti tidak akan menghentikan kebiasaan orang-orang yang suka berjudi. Tapi Google tak ingin memfasilitasi mereka dengan cara apa pun. Termasuk dengan membiarkan aplikasi Poker ini nangkring di Play Store.


10.44 | 0 komentar | Read More

Google Glass Bisa Di-Jailbreak

TEMPO.CO, Jakarta - Belum juga diluncurkan untuk konsumen luas, perangkat kaca mata pintar dari Google, Google Glass, sudah di-jailbreak (dioprek). Seorang developer iOS dan Android kondang, Jay Freeman, berhasil men-jailbreak perangkat itu.

Freeman yang terkenal dengan nama Saurik menyatakan dia mempelajari jailbreak lewat OS Android 4.0 itu dengan mempelajari teknik jailbreak yang sudah dikembangkan oleh developer bernama B1nary. Namun, teknik jailbreak yang dikembangkan B1nary itu untuk perangkat ponsel ataupun tablet. "Saya pejalari teknik B1nary, lalu saya terapkan di Google Glass," ujarnya.

Dalam dua jam, kaca mata pintar itu bisa di-jailbreak. Jailbreak adalah teknik untuk mendapatkan akses penuh pada sebuah perangkat. Dengan di-jailbreak, maka konsumen bebas mengutak-atik perangkatnya.

Namun, yang di-jailbreak ini adalah Google Glass yang diperuntukkan bagi kalangan developer. Bukan Google Glass yang diperuntukkan buat konsumen umum. Dengan jailbreak ini, maka Google Glass tak harus mengunggah datanya ke server Google, tetapi menyimpannya sendiri di perangkat Google Glass.

Google yang biasanya memberikan keleluasaan bagi penggunanya kini sangat ketat untuk produknya Google Glass ini. Google melarang pengguna meminjamkan atau menjual kacamata pintar ini kepada orang lain. Peringatan Google tak main-main. Jika pengguna melanggar aturan ini, Google akan mematikan perangkat itu dari jauh. Baik si pemilik maupun peminjam tak akan mendapat garansi. Dengan men-jailbreak, maka Google tak bisa mematikan perangkat ini.

Freeman bukanlah yang pertama bisa men-jailbreak Google Glas. Sebelumnya, pengembang lain, Liam McLoughlin, juga bisa men-jailbreak perangkat ini.

Atas pen-jailbreak-an ini, Project Engineer Google X,  Stephen Lau, yang menciptakan Google Glass menyatakan bahwa Google memang membuat Google Glass edisi buat developer itu tak terkunci. Sehingga para developer bisa mengembangkannya karena ada banyak hal yang bisa dilakukan dengan perangkat itu. Namun, tak jelas apakah edisi buat konsumen umum akan sama dengan edisi untuk para developer. 

FORBES|THE VERGE| NUR ROCHMI

Topik terhangat:
Gaya Sosialita | Susno Duadji | Ustad Jefry | Caleg | Ujian Nasional

Baca juga:
Susno Duadji Buron
Jika Susno Ditetapkan Buron, Kedaluwarsa 18 Tahun
Casillas ke Arsenal Jika Mourinho Masih di Madrid
Kejagung Buru Buronan Susno Duadji


10.44 | 0 komentar | Read More

Kulit Tiruan untuk Sensor Sentuh  

Written By Unknown on Minggu, 28 April 2013 | 10.44

TEMPO.CO, Atlanta - Para ilmuwan telah membuat langkah maju untuk meniru indra peraba. Tim peneliti dari Amerika Serikat dan Cina membuat sebuah perangkat eksperimental yang bisa merasakan tekanan dalam kisaran yang sama seperti jari manusia.

Sensor pintar yang telah dipublikasikan dalam majalah Science ini juga bisa membantu robot memiliki sentuhan yang lebih adaptif. Kulit buatan ini menggunakan bundel kawat nano seng oksida vertikal yang terdiri atas 8.000 transistor. Setiap transistor dapat menghasilkan sinyal elektronik bila ditempatkan di bawah tekanan mekanik.

Taxels, begitulah sebutan untuk transistor sentuh yang sangat sensitif itu. Alat itu memiliki sensitivitas sebanding dengan ujung jari manusia. "Tiap gerakan mekanis seperti gerakan lengan atau jari-jari robot bisa diterjemahkan untuk mengontrol sinyal," kata Zhong Lin Wang, profesor di Georgia Institute of Technology.

Perangkat yang dikembangkan oleh para peneliti Georgia Tech ini bergantung pada fenomena fisik yang berbeda seperti perubahan polarisasi kecil yang disebut piezoelectric. Piezoelectric pada dasarnya mengacu pada arus yang terakumulasi dalam padatan tertentu untuk menanggapi tekanan mekanik. "Ini dapat digunakan dalam berbagai bidang, termasuk robotika dan daerah lainnya yang melibatkan deformasi mekanik," kata Prof Wang.

BBC | ISMI WAHID

Topik Terhangat:
Edsus Sosialita | Ustad Jefry | Caleg | Ujian Nasional | Bom Boston

Baca juga:
Jasad Alien Kerdil di Cile Ternyata Manusia
Bos Yahoo Mengundurkan Diri
Dengar, Suara Asli Alexander Graham Bell
Xbox 720 akan Dirilis 21 Mei


10.44 | 0 komentar | Read More

Kacamata Google Tak Akan Buru-buru Dipasarkan  

TEMPO.CO, Washington - Mereka yang penasaran ingin memiliki kacamata Google tampaknya harus bersabar sejenak. Meski mulai diperkenalkan secara luas, kacamata yang memungkinkan penggunanya berselancar di dunia maya ini tak akan dipasarkan dalam waktu dekat.

Menurut CEO Google, Eric Schmidt, perlu waktu sebelum produk itu menjangkau konsumen.

Google baru-baru ini mulai mengirim Google Glass ke pengembang perangkat lunak yang turut andil dalam proyek ini untuk pengkajian lebih lanjut. Kacamata yang mengintegrasikan kamera kecil dan teknologi pengenalan suara ini kemungkinan akan dibanderol seharga US$ 1.500.

"Kita masih menunggu umpan balik mereka," kata Schmidt ketika ditanya dalam sebuah seminar di Washington. "Ini masih sangat awal. Pikirkan ini sebagai pengujian beta, dan tes beta Google diharapkan berjalan dengan lancar."

Disinggung tentang proyek lainnya--kendaraan yang bisa berjalan sendiri tanpa sopir--ia berdalih saat ini proyek itu masih berada di laboratorium penelitian dan pengembangan Google. "Rentang waktunya adalah tahunan. Hitungannya bukan dekade, juga bukan bulan," katanya.

AP | TRIP B


10.44 | 0 komentar | Read More

Kulit Tiruan Untuk Sensor Sentuh

Written By Unknown on Sabtu, 27 April 2013 | 10.44

TEMPO.CO, Atlanta - Para ilmuwan telah membuat langkah maju untuk meniru indera peraba. Tim peneliti dari Amerika Serikat dan Cina membuat sebuah perangkat eksperimental yang bisa merasakan tekanan dalam kisaran yang sama seperti jari manusia.

Sensor pintar yang telah dipublikasikan dalam majalah Science ini juga bisa membantu robot memiliki sentuhan yang lebih adaptif. Kulit buatan ini menggunakan bundel kawat nano seng oksida vertikal yang terdiri atas 8 ribu transistor. Masing-masing transistor dapat menghasilkan sinyal elektronik bila ditempatkan di bawah tekanan mekanik.

Taxels, begitulah sebutan untuk transistor sentuh yang sangat sensitif itu. Ia memiliki sensitivitas sebanding dengan ujung jari manusia. "Tiap gerakan mekanis seperti gerakan lengan atau jari-jari robot bisa diterjemahkan untuk mengontrol sinyal," kata Zhong Lin Wang, profesor di Georgia Institute of Technology.

Perangkat yang dikembangkan oleh para peneliti Georgia Tech ini bergantung pada fenomena fisik yang berbeda seperti perubahan polarisasi kecil yang disebut piezoelectric. Piezoelectric pada dasarnya mengacu pada arus yang terakumulasi dalam padatan tertentu untuk menanggapi tekanan mekanik. "Ini dapat digunakan dalam berbagai bidang, termasuk robotika dan daerah lainnya yang melibatkan deformasi mekanik," kata Prof Wang.

BBC | ISMI WAHID

Topik Terhangat:
Edsus Sosialita | Ustad Jefry | Caleg | Ujian Nasional | Bom Boston

Baca juga:
Jasad Alien Kerdil di Cile Ternyata Manusia
Bos Yahoo Mengundurkan Diri
Dengar, Suara Asli Alexander Graham Bell
Xbox 720 akan Dirilis 21 Mei


10.44 | 0 komentar | Read More

Kacamata Google Tak Akan Buru-buru Dipasarkan  

TEMPO.CO, Washington - Mereka yang penasaran ingin memiliki kacamata Google tampaknya harus bersabar sejenak. Meski mulai diperkenalkan secara luas, kacamata yang memungkinkan penggunanya berselancar di dunia maya ini tak akan dipasarkan dalam waktu dekat.

Menurut CEO Google, Eric Schmidt, perlu waktu sebelum produk itu menjangkau konsumen.

Google baru-baru ini mulai mengirim Google Glass ke pengembang perangkat lunak yang turut andil dalam proyek ini untuk pengkajian lebih lanjut. Kacamata yang mengintegrasikan kamera kecil dan teknologi pengenalan suara ini kemungkinan akan dibanderol seharga US$ 1.500.

"Kita masih menunggu umpan balik mereka," kata Schmidt ketika ditanya dalam sebuah seminar di Washington. "Ini masih sangat awal. Pikirkan ini sebagai pengujian beta, dan tes beta Google diharapkan berjalan dengan lancar."

Disinggung tentang proyek lainnya--kendaraan yang bisa berjalan sendiri tanpa sopir--ia berdalih saat ini proyek itu masih berada di laboratorium penelitian dan pengembangan Google. "Rentang waktunya adalah tahunan. Hitungannya bukan dekade, juga bukan bulan," katanya.

AP | TRIP B


10.44 | 0 komentar | Read More

Dengar, Suara Asli Alexander Graham Bell

Written By Unknown on Jumat, 26 April 2013 | 10.44

TEMPO.CO, Jakarta--Alexander Graham Bell, penemu telepon, telah meninggal lebih dari 90 tahun lalu, tapi tahukah Anda, suaranya masih bisa kita dengar hingga saat ini.

Majalah Smithsonian melaporkan peneliti Smithsonian menemukan suara Graham Bell dari rekaman historis dengan menggunakan teknologi optik. Rekaman ditemukan dari disk yang bertanggal 15 April 1885, tulis majalah Smithsonian.

Graham Bell selain dinyatakan sebagai penemu telepon pertama, juga membuat panggilan balik pertama kalinya tahun 1876. Kita dapat mendengarkan suaranya hingga lebih dari satu abad berikutnya nanti. Sang penemu telepon mengatakan : "In witness whereof-hear my voice,Alexander Graham Bell."

Anda bisa mendengarkan suara asli Graham Bell dari 128 tahun lalu di situs Smithsonian. Bayangkan, teknologi tidak akan berkembang secanggih alat komunikasi modern seperti iPhone 5 dan Samsung Galaxy S4, jika Graham Bell tidak menemukan telepon di abad 19.

MASHABLE | APRILIANI GITA FITRIA

Topik Terhangat:
#Ujian Nasional | #Bom Boston | #Lion Air Jatuh | #Preman Yogya

Baca juga:
Lima Teknologi yang Dapat Mengubah Dunia
Spesies Lalat Mini Ditemukan di Kosta Rika
Ditemukan, Gen Penunda Kehamilan
UII Tuan Rumah Kontes Robot Nasional Regional 2013


10.44 | 0 komentar | Read More
techieblogger.com Techie Blogger Techie Blogger