Diberdayakan oleh Blogger.

Popular Posts Today

Helm Berpendingin Temuan Siswa SMP

Written By Unknown on Minggu, 07 Juli 2013 | 10.44

TEMPO.CO , Surabaya:Linus Nara Pradhana tak hanya membuat Helm Impact yang ia sebut sebagai Naravation. Siswa SMP 5 Petra Surabaya ini membuat varian lain dari helm buatan anak pertama pasangan Gunawan Siswoyo dan Florentina. Helm buatan pelajar kelas IX SMP ini adalah helm berpendingin atau gel coated helmet.

"Pengguna akan merasa nyaman memakai gel coated helmet," kata Nara yang didampingi sang ayah, Gunawan Siswoyo kepada Tempo di rumahnya di Pondok Candra, Waru, Sidoarjo.

Helm berpendingin Nara bahkan meraih medali emas Internastional Exhibition for Youn Inventors 2012 di Thailand.  Temuannya menyisihkan 206 pelajar SMP dari seluruh negara peserta lomba. Nara merupakan satu dari enam pelajar asal Indonesia peserta ekshibisi itu.

Helm Impact dan Gel Coated Helmet ini serupa tapi tak sama. Bentuk helmnya sama, fungsinya yang berbeda. Helm impact berfungsi untuk mencegah gegar otak. Pendingin helm Impct yang disebut sebagai Naravation, berfungsi memberi efek dingin baru ketika helm mengalami benturan sehingga memecahkan plastik dalam kantung helm.

Adapun gel coated helmet atau hel berpendingin hanya untuk kenyamanan pengguna. Gel coated helmet ini membawa efek dingin bagi pemakai. Lapisan penyimpan air di bawah permukaan luar helm membuat suhu udara terkontrol.

DAVID PRIYASIDHARTA


10.44 | 0 komentar | Read More

Cara Kerja Helm Berpendingin Karya Siswa SMP

TEMPO.CO , Jakarta:Gel Coated Helmet atau helm berpendingin buatan Linus Nara Pradhana membawa efek dingin bagi pemakainya. Lapisan penyimpan air di bawah permukaan luar helm  memungkinan helm tetap dingin.
Bahan di dalam lapisan itu mengandung sodium polyacrylate atau sejenis bahan dalam popok sekali pakai yang biasa dipakai bayi.

Permukaan helm dibuat lubang kecil untuk menyuntikkan air ke dalamnya.Bahan mirip dalam popok bayi itu akan berubah menjadi gel ketika terkena air. Perubahan ini yang membuat kelembaban lapisan ini bisa bertahan lama.

Kelembaban inilah yang menimbulkan efek dingin. Pengendara motor akan merasa nyaman ketika memakainya.

Helm berpendingin Nara ini meraih medali emas Internastional Exhibition for Youn Inventors 2012 di Thailand.  Temuannya menyisihkan 206 pelajar SMP dari seluruh negara peserta lomba. Nara merupakan satu dari enam pelajar asal Indonesia peserta ekshibisi itu.

DAVID PRIYASIDHARTA


10.44 | 0 komentar | Read More

Meneliti Kulit Kacang, Nisrina Ciptakan 3 Produk  

Written By Unknown on Sabtu, 06 Juli 2013 | 10.44

TEMPO.CO, Jakarta - Penelitian kulit kacang yang dilakukan Nisrina Nuramalia Fathina, membuka fakta bahwa banyak manfaat yang bisa diambil dari kulit kacang. Siswi kelas XII SMA Kharisma Bangsa, Pondok Cabe, Tangerang Selatan, ini menemukan setidaknya ada tiga manfaat kulit kacang. (Baca: Siswi SMA Temukan Manfaat Kulit Kacang)

"Dari kulit kacang, saya menemukan tiga produk," kata Nisrina pada Tempo, Jumat, 5 Juli 2013, saat ditemui di SMA Kharisma Bangsa. Hasil penelitian perempuan 18 tahun itu mendapat penghargaan medali perak dalam ajang International High School Environment Project Olympiad di Oswego, New York, Amerika Serikat, pada 16-20 Juni 2013.

Ketertarikan perempuan berkerudung ini meneliti kulit kacang terinspirasi setelah dia menyaksikan banyak orang yang menyia-nyiakan kulit kacang. Padahal konsumsi kacang di Indonesia lumayan banyak. Berdasarkan penelusurannya, angka konsumsi kacang secara nasional mencapai 1 juta ton per tahun.

Agar tidak terbuang percuma, Nisrina menjadikan kulit kacang sebagai objek penelitian supaya bermanfaat. Anak bungsu dari dua bersaudara ini pun membaca literatur guna mencari tahu apa yang terkandung di kulit kacang. Dari situ dia mengetahui kulit kacang mengandung banyak mineral, seperti kalsium, fosfor, potasium, iron, sodium, mangan, dan zink. "Kandungan mineral-mineral itu bisa digunakan sebagai elektrolit," kata Nisrina.

Dalam melakukan eksperimennya, Nisrina menghaluskan kulit kacang menjadi serbuk. Tiga gram serbuk kulit kacang itu lalu dicampur dengan 40 mililiter aquades (air penyulingan yang tidak punya voltase). Campuran ini dipanaskan dalam suhu 60 derajat Celcius. Setelah disaring dan airnya dicek menggunakan voltmeter, ternyata terukur ada listrik 0,7 volt. "Air itu bisa menyalakan kalkulator, bisa menyalakan lampu LED," kata Nisrina.

Produk kedua olahan kulit kacang adalah tabir surya. Ternyata, kata Nisrina, cairan elektrolit kulit kacang bukan cuma menghasilkan voltase listrik, tapi juga bisa menjadi produk kosmetik. Hipotesisnya dibangun dari dugaan bahwa tanaman memiliki kemampuan absorbsi sinar ultraviolet. "Saya cek cairan elektrolit itu pakai spektrometer, ternyata kandungan SPF-nya 137. Itu sebagai tabir surya alias sunscreen untuk melindungi kulit dari cahaya matahari," kata dia. Sun Protection Factor (SPF) adalah zat pelindung kulit dari sinar matahari.

Tidak berhenti sampai di situ, Nisrina juga menemukan produk ketiga. Dia memanfaatkan sisa serbuk dari proses filtrasi antara bubuk kulit kacang dengan aquades. "Itu kan ada sisa bubuk kacangnya, kalau dibuang mengotori lingkungan. Serbuk itu saya manfaatkan untuk membuat papan," kata dia.

Caranya, serbuk kulit kacang dicampur dengan lem polivinil asetat dengan perbandingan volume 2 : 1. Setiap dua ukuran volume bubuk kacang dicampur dengan satu ukuran volume lem. Meski terbuat dari kulit kacang, papan yang dihasilkan tak main-main. Berdasarkan uji di lab beton Fakultas Teknik Universitas Indonesia, kemampuan papan ini setiap 1 sentimeter persegi bisa menahan beban hingga 182 kilogram. Sementara kelenturannya setiap 1 sentimeter persegi bisa menahan beban 17 kilogram.

"Ini bisa jadi papan alternatif," kata Nisrina. Bahkan, papan dari kulit kacang ini mendapat pujian dari seorang arsitek asal Amerika. "Dia bilang papan ini bisa menjadi isolator ruangan yang bagus." (Baca: Edisi Khusus Penemu Muda)

AMIRULLAH
 


10.44 | 0 komentar | Read More

Peneliti Kulit Kacang Ingin Menggratiskan Karyanya  

Seorang arsitek asal Amerika Serikat mengunjungi stand Nisrina Nuramalia Fathina, siswi SMA Kharisma Bangsa, Tangerang Selatan, di Genius Olympiad yang berlangsung di New York. Dia memuji papan dari kulit kacang karya Nisrina. koleksi pribadi

TEMPO.CO, Jakarta - Nisrina Nuramalia Fathina, siswi XII SMA Kharisma Bangsa, Tangerang Selatan, berhasil membuat tiga jenis produk dari meneliti kulit kacang. Perempuan 18 tahun ini berharap karyanya bermanfaat bagi banyak orang.

"Saya lebih suka penemuan saya itu dipakai secara massal. Ini untuk dunia, kenapa harus ada bayar-membayar. Akan tetapi, jangan ada yang mengaku-ngaku juga, sih, sebagai karya mereka," kata Nisrina pada Tempo, Jumat, 5 Juli 2013, di SMA Kharisma Bangsa.

Karya Nisrina diikutsertakan dalam ajang International High School Environment Project Olympiad di Oswego, New York, Amerika Serikat, pada 16-20 Juni 2013. Penelitiannya yang berjudul berjudul The utilization of peanut hull waste (Arachis hypogaea L) as electrolyte source, sunscreen, and alternative board meraih medali perak. Ajang itu diikuti ratusan peserta dari 58 negara, seperti Amerika dan negara-negara Eropa.

Dari penelitiannya, kulit kacang bisa dimanfaatkan sebagai sumber elektrolit yang mengandung listrik, bahan pelindung kulit dari sinar matahari atau tabir surya, serta papan alternatif. Karyanya tentang papan alternatif ini, bahkan, dipuji seorang arsitek asal Amerika. "O, ini bagus sekali untuk kebutuhan arsitek, bisa sebagai bahan isolator ruangan di negara-negara bermusim dingin," kata Nisrina menirukan ucapan arsitek itu.

Nisrina menjelaskan, dari spesifikasi papan kulit kacang tersebut, papan ini juga bisa digunakan untuk pembuatan alat musik, olahraga, dan peralatan edukasi.

Agar dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat, anak bungsu dari dua bersaudara ini berharap karyanya bisa digunakan dalam industri. "Saya berharap ada industri yang tertarik untuk menggunakannya," kata dia. (Baca: Edisi Khusus Penemu Muda)

AMIRULLAH


10.44 | 0 komentar | Read More

Ilmuwan Indonesia Berhasil Tembus Jurnal Nature

Written By Unknown on Jumat, 05 Juli 2013 | 10.44

TEMPO.CO, JakartaAda kabar menggembirakan bagi dunia ilmu pengetahuan Indonesia. Taruna Ikrar, seorang ilmuwan asal Makassar, berhasil menorehkan karya penelitiannya dalam Nature, jurnal ilmiah internasional yang terbit berkala tiap pekan.

Penelitian berjudul "A disinhibitory microcircuit initiates critical period plasticity in visual cortex" merupakan hasil penelitian Ikrar bersama Kuhlman S.J., Olivas N.D., Tring E., Xu X., dan Trachtenberg J.T.

"Akhirnya karya kami diterima dan diterbitkan di Nature. Salah satu mimpi saya sebagai ilmuwan terwujud," kata Ikrar, Kamis, 4 Juli 2013.

Penelitian ini menjelaskan bagaimana sebuah mikrosirkuit disinhibitor berpengaruh terhadap dimulainya periode kritis plastisitas pada korteks visual, bagian belakang otak yang bertanggung jawab terhadap fungsi penglihatan. Plastisitas berkaitan dengan perubahan jalur saraf dan sinapsis yang disebabkan faktor lingkungan.

Menurut Ikrar, tidak sembarang ilmuwan bisa menerbitkan karyanya dalam jurnal Nature. Nature merupakan jurnal ilmiah internasional nomor wahid yang mencakup semua jenis bidang ilmu. "Jurnal ini tempatnya para penerima Nobel," ujarnya.

Ikrar juga menjadi dokter pertama dari Indonesia yang bisa menerbitkan karya ilmiahnya di Nature. "Kami sangat gembira bisa tembus ke Nature," kata dia.

Dr. Taruna Ikrar, M. Pharm., MD., PhD. lahir di Makassar, 44 tahun silam. Ia adalah seorang dokter sekaligus ilmuwan yang menekuni bidang farmasi, jantung, dan saraf. Di dunia internasional, Ikrar dikenal sebagai salah satu peneliti yang mempopulerkan sistem AlstR (allatostatin receptor).

Sistem AlstR dimanfaatkan untuk menyembuhkan kejang pada penderita epilepsi. Caranya dengan mengontrol sinkronisasi fungsi saraf inhibitory dan excitatory menggunakan aktivasi genetik yang bekerja spesifik pada reseptor allatostatin.

Temuan ini, yang diterbitkan dalam jurnal Journal Frontiers of Neural Circuit tahun 2012, merupakan bagian dari teknik terapi gen yang sebetulnya sudah ditemukan oleh Ikrar beberapa tahun sebelumnya.

Ikrar mengawali kuliah kedokteran di Universitas Hasanuddin. Ia lantas meraih gelar master farmasi di Universitas Indonesia. Studi doktoral di bidang ilmu penyakit jantung ia tamatkan di Universitas Niigata, Jepang. 

Seakan tak capek menuntut ilmu, pria dua anak ini melanjutkan program post-doctoral bidang neurosains di School of Medicine, University of California, Amerika Serikat.

Ikrar merupakan pemegang paten metode pemetaan otak manusia sejak 2009. Metode ini berhasil menggambarkan dinamika yang terjadi pada otak manusia secara rinci.

Doktor yang memiliki lebih dari 40 publikasi di jurnal internasional ini pernah menjabat sebagai Wakil Ketua Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia periode 2000-2003. Kini Ikrar sibuk menjadi dokter spesialis saraf dan staf akademik di University of California, School of Medicine, Irvine, Amerika Serikat.

MAHARDIKA SATRIA HADI


10.44 | 0 komentar | Read More

Cara Terbaik Mengisi Baterai Smartphone  

(dari kiri) Raisa, Kaka Slank, dan Andien berkolaborasi menyanyikan lagu milik grup band Slank di atas panggung saat perhelatan konser musik "LA Light Music Project" di Graha Cakrawala Universitas Negeri Malang, Malang, Jawa Timur, Kamis (4/7). TEMPO/Aris Novia Hidayat

TEMPO.CO, London -  Menjadi pintarlah dengan penggunaan baterai smartphone Anda. Mungkin hal ini masih menjadi pengetahuan bagi sebagian orang.  Mengisi ulang baterai smartphone Anda hingga 100 persen adalah hal yang sangat tidak dianjurkan,ungkap seorang ahli teknologi. Membiarkan baterai habis hingga 0 persen juga sangat tidak disarankan. Hal terbaik yang paling ideal adalah mengisi baterai ketika daya tahan baterai tinggal 40 persen, dan untuk pengisian baterai smartphone maksimal yaitu 80 persen.

Seperti yang dilansir Ny Daily News, situs teknologi Gizmodo telah melaporkan pada 1 Juli 2013, bahwa membiarkan baterai Anda mengisi dari 0 persen hingga 100 persen adalah hal yang salah. Karena cara tersebut dapat membuat baterai lebih cepat boros, dapat meledak dan juga dapat memperpendek umur baterai. Seorang ahli teknologi di Inggris, Eric Limer, mengatakan , " rahasia agar baterai smartphone lebih tahan lama adalah jangan mengisi ulang baterai sampai kapasitas penuh 100%," ungkapnya.

Level charging atau pengisian baterai yang paling ideal dan optimal untuk menjaga keawetan baterai berada pada kisaran 40 persen hingga 80 persen.  Limer juga mengatakan, " keharusan mengisi ulang baterai ponsel baru selama puluhan jam sebelum digunakan adalah mitos." Karena hal tersebut hanya berguna untuk baterai nickel, dan tidak beguna untuk baterai lithium ion yang saat ini telah digunakan secara umum.


NYDAILYNEWS.COM | ANINDYA LEGIA PUTRI 

Topik Terhangat:
Tarif Progresif KRL | Bursa Capres 2014 | Ribut Kabut Asap | PKS Didepak? | Puncak HUT Jakarta
 

Berita terpopuler:
Ilmuwan Indonesia Berhasil Tembus Jurnal Nature
PKS Anggap Koalisi Partai Islam Ide Bagus  
Samsung Bangun 5 Pusat Penelitian Canggih
Smartphone Pertama Firefox OS Dirilis  
Penemu Tetikus Komputer Meninggal
Vine Hadirkan Fitur Baru di iOS
Samsung Beli Startup TV Boxee  

 


10.44 | 0 komentar | Read More

Nokia Rilis Ponsel Murah Seri 207 dan 208

Written By Unknown on Kamis, 04 Juli 2013 | 10.44

Dua orang model menunjukkan aplikasi game action Power Pop dalam acara peluncuran Nokia Developer di Jakarta, (23/4). Aplikasi game ini menampilkan tokoh-tokoh dari anggota grup musik Project Pop. TEMPO/Imam Sukamto

TEMPO.CO, Helsinki - Nokia memperkenalkan dua ponsel anyarnya dengan seri 207 dan 208 yang ditujukan untuk konsumen di pasar negara berkembang. Kabar ini dirilis situs The Next Web pada Rabu, 3 Juli 2013.

Desain kedua ponsel memiliki kesamaan yang mencolok hingga sedikit susah untuk membedakannya. Dengan layar QVGA 2,4 inci, keduanya berukuran 114.2 x 50.9 x 12.8mm dan beratnya sekitar 90 gram.

Satu-satunya penanda perbedaan kedua handset itu adalah kamera. Kamera Nokia 207 hadir tanpa kamera, sementara seri 208 memiliki kamera 1.3 megapiksel. Daya tahan kerja kedua ponsel ini didukung dengan baterai 1020mAh.

Nokia mengklaim kemampuan daya tahan baterai ini amat mumpuni. Sekali isi saja konon dapat mempertahankan performa ponsel hingga sebulan. Selain itu, ponsel ini juga memiliki memori penyimpanan internal sebesar 256MB yang dapat diperbesar melalui mikroSD hingga 32GB.

Perusahaan asal Finlandia itu melengkapi Nokia 207 dan 208 dengan sistem operasi mobile Series 40 dan 64BM RAM. Keduanya mendukung kecepatan Internet mobile hingga 3.5G. Penggunanya dapat menjelajah dunia maya melalui Nokia Express Browser, aplikasi jejaring sosial seperti Twitter, Facebook dan WhatsApp.

Nokia 208 akan tersedia dengan varian dual SIM yang didukung dengan teknologi Easy Swap. Easy Swap memudahkan pengguna untuk mengaktifkan kartu SIM berpindah di saat ponsel dalam keadaan aktif.

Nokia 207 dan 208 akan hadir dalam varian banyak warna yakni merah, cyan, kuning, putih dan hitam. Nokia mengungkapkan bahwa dua ponselnya akan dijual pada kuartal ketiga tahun 2013 dengan harga US$ 68 atau sekitar Rp 700 ribu saja.

THENEXTWEB|GSMARENA|HOSPITA

Berita Terpopuler:
Ada SBY, Tepuk Tangan Meriahnya untuk Jokowi
Ini Alasan Terdakwa Cebongan Mengakui Perbuatannya
Garuda Indonesia Maskapai Pertama dengan Wi-Fi
KPI: Sang Bos Manfaatkan TV untuk Berpolitik 
Ada Boneka Barbie Bertubuh Proporsional di Amerika 


10.44 | 0 komentar | Read More
techieblogger.com Techie Blogger Techie Blogger