Diberdayakan oleh Blogger.

Popular Posts Today

Silicon Valley Hebohkan Sikap Antigay CEO Mozilla  

Written By Unknown on Senin, 07 April 2014 | 10.44

TEMPO.CO, Silicon Valley - Mundurnya Brendan Eich dari kursi CEO Mozilla ternyata masih menjadi perdebatan. Sejumlah pekerja teknologi di Silicon Valley, California, berkumpul dan memperdebatkan keputusan Eich, Jumat, 4 April 2014. Mereka masih mempertimbangkan apakah keputusan Eich yang baru menjabat 10 hari itu tepat dilakukan atau tidak.

Memang sejak Eich memutuskan mundur pada Kamis, 3 April 2014, berbagai komentar ramai di Twitter. Eich mundur karena dianggap mendukung Proposition 8, hukum larangan pernikahan sejenis di California, dengan menyumbangkan seribu dolar pada April 2008.

Dukungan Eich itu juga ditanggapi oleh penemu Sass (Syntactically Awesome Stylesheets), Hampton Catlin. Sejak Eich diketahui mendukung Prop 8, ia menarik aplikasi perangkat lunak Sass dari Mozilla.

"Setiap orang memang bebas berpendapat, tapi kami juga boleh untuk tidak setuju pada pendapat itu. Kami tidak percaya ada orang-orang yang mendukung Prop 8. Mereka jahat," kata Catlin yang juga salah satu penyebar pasangan gay, seperti dikutip Reuters, Sabtu, 5 April 2014.

Menurut seorang antropolog, Bruce Barry, hak-hak gay, lesbian, dan bisesksual memang dianut oleh kebanyakan masyarakat di San Fransisco dan California. Sebagai salah satu "peminjam" lahan di sana, para CEO perusaha teknologi memang harus berhati-hati membicarakan hal tersebut.

"Seorang CEO adalah ikon perusahaan. Aapa pun yang mereka katakan akan membekas bagi masyarakat tentang perusahaan itu," kata Barry.

Eich dan pihak Mozilla sudah meminta maaf atas kesalahan ini. Sepeninggal Eich nanti, Mitchel Baker, Ketua Dewan Mozilla, menjamin perusahaannya akan ikut memperjuangkan kesetaraan dalam hal ras, jenis kelamin, dan orientasi seksual.

RINDU P HESTYA | REUTERS

Berita Lain:
Kontrasepsi Pria Unair Beroleh Penghargaan Dunia
Sony Xperia Z1 Compact, Performa Tetap Dahsyat
Aplikasi Reader, Cara Praktis Baca Berita
Canon Selphy CP910, Mencetak Foto Makin Mudah
Kurio Tawarkan Akses untuk Berbagai Ragam Informasi


10.44 | 0 komentar | Read More

Samsung Galaxy S5 Akan Dibuat Antimaling

Smartphone Samsung Galaxy S5 dipamerkan di Mobile World Congress, di Barcelona, Spanyol, Minggu (23/2). Galaxy S5 hadir dengan empat pilihan warna, hitam, putih, biru, dan emas. REUTERS/Albert Gea

TEMPO.CO, Jakarta - Samsung Electronics akan meningkatkan keamanan untuk Galaxy S5. Perusahaan tengah berupaya untuk mencegah maraknya pencurian perangkat mobile dengan memberikan fitur gratis bernama Find My Mobile dan Reactivation Lock.

"Samsung menanggapi isu pencurian dengan sangat serius. Dan kami terus meningkatkan solusi keamanan dan antipencurian," kata Samsung dalam sebuah pernyataan, Jumat, 4 April 2014.

Fitur baru ini akan memudahkan pengguna Galaxy S5 untuk melacak perangkat dan menggunakan informasi rekenin pemilik untuk me-reset ponsel. Fitur Find My Mobile dan Reactivation Lock terpasang secara default pada ponsel, tapi pengguna harus mengaktifkannya lebih dulu.

Ide pemasangan fitur ini datang dari banyaknya laporan dari pengguna tentang mudahnya mereka kehilangan ponsel di New York dan kota besar lainnya. Sejak saat itu,  jaksa George Gascon dan Eric Schmeidermen mencetuskan koalisi Secure Our Smartphone Initiative pada sejumlah produsen ponsel. Perusahaan mereka menuntut keamanan ponsel dari pencuri di seluruh negara.

"Pemberian kedua fitur terbaru itu secara gratis adalah langkah maju dalam upaya kami untuk memastikan bahwa Samsung dapat menekan angka pencurian," kata Schneidermen.

Sebelumnya, Gascon dan Schneidermen sudah membicarakan idenya ini pada Juli tahun kemarin, tapi pihak Samsung menolaknya. Namun, keputusan Samsung terkait kehadiran fitur tersebut pada Galaxy S5 akan jadi inovasi keamanan baru bahwa industri nirkabel juga bisa memberikan keamanan untuk konsumen.

RINDU P HESTYA | TIMES | REUTERS

Berita Lain:
Kontrasepsi Pria Unair Beroleh Penghargaan Dunia
Sony Xperia Z1 Compact, Performa Tetap Dahsyat
Aplikasi Reader, Cara Praktis Baca Berita
Canon Selphy CP910, Mencetak Foto Makin Mudah
Kurio Tawarkan Akses untuk Berbagai Ragam Informasi


10.44 | 0 komentar | Read More

Amazon Fire TV, Kotak Mini untuk Streaming

Written By Unknown on Minggu, 06 April 2014 | 10.44

Jeff Bezos sebagai CEO dan pendiri Amazon, mengenalkan produk baru Amazon, Kindle Fire HD, di Santa Monica, California, Kamis, 6 September, 2012.(AP Photo/Reed Saxon)

TEMPO.CO, Washington - Perusahaan berbasis layanan informasi dan elektronik, Amazon, meluncurkan perangkat untuk melakukan streaming lewat Internet yang diberi nama Amazon Fire TV. Kotak mini tersebut dapat digunakan untuk mengakses layanan streaming berlangganan, Amazon Prime, serta mengakses video games.

Amazon Fire TV menawarkan sejumlah fitur unggulan, antara lain pengendali melalui suara. Fitur ini sebagai pengganti remote control, yang memungkinkan penggunanya untuk memilih program atau mengganti saluran lewat perintah suara. 

Analis lembaga Forrester, James McQuivey, menyebut fitur suara sebagai strategi jitu yang dihadirkan Amazon. "Suara akan menjadi platform baru di tengah pertarungan," tulis McQuivey lewat akun Twitter-nya yang dilansir CNN, Jumat, 4 April 2014.

Chief Executive Officer Amazon Jeff Bezos mengatakan saat ini sudah tidak lagi zamannya orang menggunakan remote sebagai pengendali perangkat. "Menekan tombol remote untuk memilih program adalah hal yang menyebalkan," kata dia. Meski mengunggulkan fitur suara, Amazon Fire TV tetap dilengkapi dengan remote. 

Satu unit perangkat ini dijual US$ 99 atau Rp 1,1 juta. Amazon Fire TV telah siap dikapalkan ke seluruh dunia.

Kehadiran Amazon Fire TV melengkapi persaingan kompetisi perangkat streaming. Tahun ini peranti semacam itu diprediksi bakal meramaikan pasar gadget

Sebelumnya Sony sudah memperkenalkan konsol PlayStation 4 yang dapat digunakan untuk streaming. Pesaingnya, Microsoft, juga memasarkan konsol Xbox yang menawarkan fitur serupa. Adapun Apple berencana memperluas bisnisnya dengan menjual televisi pintar dengan fitur streaming

Selain memperkenalkan perangkat streaming, Amazon juga bersiap memasarkan pengendali game seharga US$ 39,9 atau Rp 450 ribu. Saat ini mereka tengah berinvestasi di bisnis game melalui divisi Amazing Game Studio.

CNN | SATWIKA MOVEMENTI

Berita Terpopuler:
Begini Cara Ahli Jerman Cuci Monas  
Ini Cara Jokowi Menggaet Ibu Rumah Tangga  
Muhammadiyah Segera Revisi Fatwa Tato Tak Dilarang 
Sering Di-bully, Agnes Monica Tetap Cinta Indonesia


10.44 | 0 komentar | Read More

Agustus, Tur Dunia Fujitsu Digelar di Indonesia

TEMPO.CO, Jakarta - Fujitsu kembali menggelar roadshow di 23 negara di berbagai wilayah Eropa, Australia, Amerika, dan Asia mulai April ini hingga September mendatang. Tur yang mengambil tema Reshaping ICT-Reshaping Business and Society ini menampilkan berbagai layanan, solusi, perangkat bergerak, dan sistem pusat data terbaru dari Fujitsu.

Di Indonesia, perhelatan ini akan digelar pada pertengahan Agustus mendatang. "Fujitsu World Tour 2014 menghadirkan beragam inovasi dan solusi TIK yang ditujukan untuk bisnis dari segala skala di seluruh dunia," Achmad S. Sofwan, Presiden Direktur Fujitsu Indonesia, dalam rilis yang diterima 4 April 2014.

Achmad mengatakan, dengan solusi inovatif yang diperkenalkan Fujitsu, diharapkan kompleksitas dari sisi teknologi dapat dipangkas dan nilai-nilai bisnis ditingkatkan. Saat perhelatan berlangsung akan diadakan sesi pertemuan khusus, edukasi para pakar, dan diskusi tentang organisasi bisnis dalam mengelola teknologi efisien.

Fujitsu World Tour 2014 juga untuk menjawab tren yang disebutkan dalam ajang World Economic Forum: hyperconnected world. Bahwa dunia akan saling terhubung satu sama lain yang menciptakan peluang besar untuk terjadinya kolaborasi, tapi juga memunculkan risiko dan ketidakpastian bisnis.

Tur ini dirancang sebagai forum untuk mengupas secara mendalam beragam tantangan yang dihadapi oleh organisasi bisnis di mana pun. Serta, menghadirkan inspirasi dan solusi-solusi praktis dalam memanfaatkan seluruh peluang yang tengah mengemuka sebagai tindak lanjut dari komitmen Fujitsu dalam mewujudkan tercapainya visi human centric intelligent society.

Pada tahun lalu, acara yang digelar oleh perusahaan asal Jepang ini berhasil menyedot 8.000 pengunjung.

MARTHA WARTA SILABAN

Berita Lain
Essien Absen Saat AC Milan Hadapi Genoa 
Real Madrid Incar Kapten Sevilla 
Bonucci Dedikasikan Gol untuk Fan AC Milan  


10.44 | 0 komentar | Read More

Amazon Fire TV, Kotak Mini untuk Streaming

Written By Unknown on Sabtu, 05 April 2014 | 10.44

Jeff Bezos sebagai CEO dan pendiri Amazon, mengenalkan produk baru Amazon, Kindle Fire HD, di Santa Monica, California, Kamis, 6 September, 2012.(AP Photo/Reed Saxon)

TEMPO.CO, Washington - Perusahaan berbasis layanan informasi dan elektronik, Amazon, meluncurkan perangkat untuk melakukan streaming lewat Internet yang diberi nama Amazon Fire TV. Kotak mini tersebut dapat digunakan untuk mengakses layanan streaming berlangganan, Amazon Prime, serta mengakses video games.

Amazon Fire TV menawarkan sejumlah fitur unggulan, antara lain pengendali melalui suara. Fitur ini sebagai pengganti remote control, yang memungkinkan penggunanya untuk memilih program atau mengganti saluran lewat perintah suara. 

Analis lembaga Forrester, James McQuivey, menyebut fitur suara sebagai strategi jitu yang dihadirkan Amazon. "Suara akan menjadi platform baru di tengah pertarungan," tulis McQuivey lewat akun Twitter-nya yang dilansir CNN, Jumat, 4 April 2014.

Chief Executive Officer Amazon Jeff Bezos mengatakan saat ini sudah tidak lagi zamannya orang menggunakan remote sebagai pengendali perangkat. "Menekan tombol remote untuk memilih program adalah hal yang menyebalkan," kata dia. Meski mengunggulkan fitur suara, Amazon Fire TV tetap dilengkapi dengan remote. 

Satu unit perangkat ini dijual US$ 99 atau Rp 1,1 juta. Amazon Fire TV telah siap dikapalkan ke seluruh dunia.

Kehadiran Amazon Fire TV melengkapi persaingan kompetisi perangkat streaming. Tahun ini peranti semacam itu diprediksi bakal meramaikan pasar gadget

Sebelumnya Sony sudah memperkenalkan konsol PlayStation 4 yang dapat digunakan untuk streaming. Pesaingnya, Microsoft, juga memasarkan konsol Xbox yang menawarkan fitur serupa. Adapun Apple berencana memperluas bisnisnya dengan menjual televisi pintar dengan fitur streaming

Selain memperkenalkan perangkat streaming, Amazon juga bersiap memasarkan pengendali game seharga US$ 39,9 atau Rp 450 ribu. Saat ini mereka tengah berinvestasi di bisnis game melalui divisi Amazing Game Studio.

CNN | SATWIKA MOVEMENTI

Berita Terpopuler:
Begini Cara Ahli Jerman Cuci Monas  
Ini Cara Jokowi Menggaet Ibu Rumah Tangga  
Muhammadiyah Segera Revisi Fatwa Tato Tak Dilarang 
Sering Di-bully, Agnes Monica Tetap Cinta Indonesia


10.44 | 0 komentar | Read More

Agustus, Tur Dunia Fujitsu Digelar di Indonesia

TEMPO.CO, Jakarta - Fujitsu kembali menggelar roadshow di 23 negara di berbagai wilayah Eropa, Australia, Amerika, dan Asia mulai April ini hingga September mendatang. Tur yang mengambil tema Reshaping ICT-Reshaping Business and Society ini menampilkan berbagai layanan, solusi, perangkat bergerak, dan sistem pusat data terbaru dari Fujitsu.

Di Indonesia, perhelatan ini akan digelar pada pertengahan Agustus mendatang. "Fujitsu World Tour 2014 menghadirkan beragam inovasi dan solusi TIK yang ditujukan untuk bisnis dari segala skala di seluruh dunia," Achmad S. Sofwan, Presiden Direktur Fujitsu Indonesia, dalam rilis yang diterima 4 April 2014.

Achmad mengatakan, dengan solusi inovatif yang diperkenalkan Fujitsu, diharapkan kompleksitas dari sisi teknologi dapat dipangkas dan nilai-nilai bisnis ditingkatkan. Saat perhelatan berlangsung akan diadakan sesi pertemuan khusus, edukasi para pakar, dan diskusi tentang organisasi bisnis dalam mengelola teknologi efisien.

Fujitsu World Tour 2014 juga untuk menjawab tren yang disebutkan dalam ajang World Economic Forum: hyperconnected world. Bahwa dunia akan saling terhubung satu sama lain yang menciptakan peluang besar untuk terjadinya kolaborasi, tapi juga memunculkan risiko dan ketidakpastian bisnis.

Tur ini dirancang sebagai forum untuk mengupas secara mendalam beragam tantangan yang dihadapi oleh organisasi bisnis di mana pun. Serta, menghadirkan inspirasi dan solusi-solusi praktis dalam memanfaatkan seluruh peluang yang tengah mengemuka sebagai tindak lanjut dari komitmen Fujitsu dalam mewujudkan tercapainya visi human centric intelligent society.

Pada tahun lalu, acara yang digelar oleh perusahaan asal Jepang ini berhasil menyedot 8.000 pengunjung.

MARTHA WARTA SILABAN

Berita Lain
Essien Absen Saat AC Milan Hadapi Genoa 
Real Madrid Incar Kapten Sevilla 
Bonucci Dedikasikan Gol untuk Fan AC Milan  


10.44 | 0 komentar | Read More

Fortinet Upgrade Perangkat Keamanan Pusat Data

Written By Unknown on Jumat, 04 April 2014 | 10.44

TEMPO.CO, Jakarta - Penyedia keamanan jaringan, Fortinet, memperkenalkan perangkat kendali aplikasi atau application delivery controllers untuk menunjang keamanan pusat data di perusahaan. Fortinet menyediakan tiga pilihan, yatu FortiADC-1500D, FortiADC-2000D, dan FortiADC-4000D.

Perangkat tersebut dirancang untuk digunakan oleh aplikasi berbasis internet yang terdapat pada satu pusat data atau lebih. Ketiganya diklaim memiliki performa dua kali lipat lebih baik dibandingkan perangkat serupa yang sebelumnya pernah diluncurkan Fortinet.

"Dibuatnya perangkat aplikasi pengendali berkaitan dengan konvergensi jaringan dan keamanan," ujar Vice President Marketing Fortinet, John Maddison, melalui siaran tertulisnya, Kamis, 3 April 2014.

Ketiga perangkat yang diluncurkan sudah dilengkapi dengan port hingga 16 gigabita Ethernet dan maksimal delapan SFP port yang performanya mencapai 10 gigabita. "Untuk menggunakan konektivitas tersebut, tidak diperlukan tambahan biaya," ucap Maddison.

FortiADC-1500D ditujukan bagi pusat data dengan volume trafik yang kecil atau pusat data sekunder. Perangkat ini dilengkapi dengan fitur dual power supplies.

Berikutnya adalah FortiADC-2000 untuk pusat data berukuran sedang dengan lalu lintas menengah. Offload per detiknya maksimal dapat mencapai 31 ribu koneksi.

Selanjutnya adalah perangkat aplikasi pengendali yang memiliki fitur paling lengkap, yaitu FortiADC-4000D. Perangkat ini diciptakan untuk mengatur volume trafik yang tinggi dan pusat data.

FortiADC-4000D dilengkapi dengan fitur konektivitas high-throughput untuk mengatasi hambatan dalam jaringan. Terdapat dual hot-swappable power supplies yang mendukung koneksi daya terpisah. Fitur itu diklaim dapat meminimalkan gangguan saat dilakukan pergantian koneksi daya. Ada juga port khusus untuk memungkinkan pengendalian jarak jauh saat sumber energi melemah.

Perangkat aplikasi pengendali ini ditargetkan bagi konsumen perusahaan dengan skala besar. Ketiganya sudah tersedia di Tanah Air mulai bulan ini. Sayangnya, Fortinet tidak menyebutkan berapa biaya yang harus dianggarkan perusahaan untuk perangkat tersebut. Simak berita tekno lainnya di sini.

SATWIKA MOVEMENTI

Berita lain
Berkelit dari Target NSA, Yahoo! Perketat Keamanan 
5 Fakta tentang Gempa 
Lenovo Vibe Z, Jago Diajak Bertualang
Windows Phone 8.1, Apa Saja yang Baru?
Spesies Baru Pari Macan Ditemukan di Indonesia  


10.44 | 0 komentar | Read More
techieblogger.com Techie Blogger Techie Blogger